You must be joking!

December 7, 2006

Are you kidding us? We’re even not married yet!

Gedung & Konsep Undangan

December 7, 2006

Setelah semuanya udah diputusin, termasuk tanggal pernikahan dan resepsinya, kita mulai deh pencarian segalanya. Mulai dari gedung, tempat bikin undangan, tema resepsinya, souvenir, dekorasi yang sesuai sama tema plus yang ngerjain dekorasinya, fotografi dan videografinya, baju pengantin plus desainernya, baju seragam buat panitia plus penjahitnya.
Sumpah jadi bingung banget. Cari gedung aja, keliling Surabaya kejadian deh. Kebayang aja, mulai dari Balai Kartika, Sheraton Ballroom, Imperial Ballroom, Le Ballroom, Islamic Center, Graha ITS, Graha Iptekdok, Garnisun, Palimanan, semua udah kepake untuk tanggal itu, pagi sore! Ke Shangri-La kemahalan, Majapahit kekecilan, Convention Hall TP atau SSCC terlalu norak. Yang ada cuma stres. Jadi buat ngeredain stres, kita berhenti bentar buat cari gedung. Pindah ke kegiatan lainnya.
Bikin konsep undangan. Ini juga bikin bingung. Sampe-sampe kita pinjem dan beli majalah khusus desain kartu undangan. Konsepnya udah ganti tiga kali. Fiewh! Konsep yang pertama dibikin kaya undangan standarnya orang nikah. Tapi halaman kiri pake bahasa Jawa, yang kanan pake bahasa Madura. Awalnya kita pikir keren. Tapi kalo yang diundang asli Batak, mana dia tau bahasa Jawa ato Madura. Trus diganti yang kiri Inggris, yang kanan Indonesia. Tapi kita jadi mikir lagi, orang jadul mana bisa Inggrisan. Akhirnya ganti konsep. Konsep kedua, undangan bentuknya kubus. Setelah fix dengan konsep ini, tiba-tiba aja adiknya Dita nyeletuk “Udah coba ke Bumimoro belum?” Setelah denger kalimat itu, kita jadi inget. Oh iya! Kita belum dapet gedung yah?! Jalanlah kita ke Bumimoro. Ajaib! Tanggal itu masih kosong! Keren banget. Jadilah kita pake Graha Samudra Bumimoro (GSB).
Habisnya dari GSB, kita pergi ke tempatnya printing undangan, Beda Cipta. Berhubung udah dari sononya pengen cetak undangan di sini, jadi kita nggak perlu keliling kaya cari gedung. Awal ke sana cuma liat-liat konsepnya dia aja. Ternyata keren dan nggak standar, soalnya dia desain sendiri undangannya. Berhubung konsep kita belum mateng, kita masih belum terangin konsep kita ke masnya.
Setelah itu kita jadi mikir, kalau undangannya bentuknya kubus, ngirim yang di luar kota bisa habis berapa biayanya? Akhirnya kita ganti konsep aja. Konsep ketiga, udah deh ngga usah neko-neko pake kalimat basa-basi segala. Kita jadinya berpikiran, undangan itu yang diliat cuma siapa yang mantu, siapa yang nikah, kapan, dimana, sudah itu terserah yang nerima undangan. Mau dipake kipas-kipas, tadah mangkuk minyak jelantah, atau ekstrimnya langsung buang. Akhirnya ya udah, undangan kita cuma berisi tanggal dan waktu, event, venue. Simpel, ngga banyak omong.
Baru deh kita berani ke Mas Agus, owner + desainernya Beda Cipta, buat nerangin konsep kita. Untungnya Mas Agus cepet tanggap, jadinya kita nggak repot nerangin. Lagian, sebelumnya kita bikin draft asal yang dibikin pake Corel Draw, biar Mas Agus ngga terlalu susah nerjemahin konsepnya kita. Terakhir kita liat, undangan kita cukup keren, meskipun perlu ada tambahan sana-sini.

Our Relationship

December 7, 2006

The story of Reidy and Dita began when they met at Gramedia Basuki Rahmat. Reidy was going with his friend, Pras, who is actually Dita’s uncle. Pras then introduced them. No further feeling at that time. They just wanted to be friends. It was true that they were best friends. They told stories. They shared sadness and happiness. They discussed problems. They did brainstorming almost in every topic. This friendship became deeper and they started to tell private stories. Reidy told stories about his spouse at that time, and so did Dita.
This friendship kept going on this way, until one day (October 10, 2006) Dita wanted to buy a notebook and Reidy promised to accompany her. Dita felt a different way when she saw Reidy walking down the stairs. Dita thought that she might be in love with Reidy. Dita still keeping this secret, even though she could not keep the fact that she was happy. When Dita brought Reidy back to his office, Reidy felt a different way, too. He wanted to be with Dita a little bit longer. An hour after that, Dita and Reidy involved in a conversation on the phone. Dita started to ask questions related to Reidy’s love life, but Reidy answered democratically. They finally agreed to continue this conversation by sms. From this, they decided to be a couple, without became closer before.
One day after (October 11, 2006), Reidy asked Dita to be his wife in about two until five years. Dita told her family, then. Surprisingly, her family wanted her to get married soon. Her family wanted her to get married on January 7, 2007. Soon, Reidy told his family, too. His family was surprised, for sure. But it was not too difficult to make them sure about their relationship. His family agreed with this marriage, but not with the date. Final decision, this marriage would be held on April 22, 2007.

Cowo-Cowo Tukang Gombal

December 7, 2006

Ex #1
Awalnya ini semua cuma keisengan, hasil taruhan semata. Hubungan yang penuh kepura-puraan. Dia anak band. Someday dia pernah nyanyiin You’re All I Need-nya White Lion. Tapi semua jadi sekedar omongan ketika ada anak pindahan dari Jakarta yang dimasukin di kelasnya. Kerennya, tuh anak langsung dijadiin vokalis di bandnya, dan dia bersedia nganter kemana pun anak baru a.k.a vokalis itu mau pergi. Bertahan cuma sebulan, akhirnya gue tanya ke dia sebenernya dia sayang gue atau nggak. Setelah saling jujur, ternyata waktu itu dia juga lagi taruhan sama temennya. Akhirnya kita sepakat bubar bae-bae. Anak inilah yang membentuk pemikiran dasar gue mengenai poligami. Gue mulai belajar menerima bahwa semua orang berhak berbagi kebahagiaan dengan kita.
Sebenernya dia temennya temen gue, dan ada di friendlist friendster gue. Tapi herannya, sampai sekarang gue nggak tahu dimana dan apa kabar anak ini.
Lagu kenangan gue bareng dia: You’re All I Need (White Lion), Stand By Me (Oasis), Kuingin (Gigi)

Ex #2
Gue nggak tau kenapa anak ini getol banget ngejar-ngejar gue. Dasarnya gue nggak perhatian, gue nggak tau kalau sebenernya dia pernah sekelas les Inggris. Gue taunya setelah gue dan dia nggak lagi sekelas. Dia nembak gue, setelah bikin gue malu setengah mati. Jadi pas gue lagi ada kelas les Inggris, tiba-tiba ada mbak school assistant ngetuk pintu kelas dan bilang ke guru gue kalau ada surprise buat gue dari someone. Sebuket bunga dan satu kaset yang isinya lagu cinta. Lagunya bagus-bagus dan keren. Sayang kasetnya hilang. Sekarang gue merasa kehilangan kaset itu bukan karena kaset itu pemberian dia. Tapi lebih karena lagunya enak-enak. Itu aja. Bertahan selama setahun sebulan, akhirnya gue dan dia bubar karena dia terlalu posesif.
Sekarang ini dia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang financial investment di Surabaya.
Lagu kenangan gue bareng dia banyak banget, gue udah lupa. Beberapa yang gue inget: I Want To Spend My Lifetime Loving You (Marc Anthony & Tina Arena), I Don’t Want To Miss A Thing (Aerosmith), Angel (Sarah McLachlan), Show Me The Way Back To Your Heart (Brian McNight)

Ex #3
Akhirnya gue jadi juga dengan anak ini setelah dua tahun menunggu, padahal udah saling suka. Tahun pertama belum bisa jadi karena dia masih punya pasangan. Tahun kedua juga belum bisa jadi karena saat itu gue yang punya pasangan. Tahun ketiga baru bisa jadi setelah kita sama-sama sorangan. Kebetulan dari tiga tahun itu, mulai dari kelas satu sampai tiga SMA, gue dan dia sekelas terus. Kita jadi karena dorongan temen-temen kelas tiga yang sekelas yang entah tau dari mana kalau dari dulu gue dan dia sama-sama saling nunggu. Setelah jadi, kami duduk sebangku sampai hari kelulusan. Tiap paginya, dia selalu bawain gue sebuah atau dua buah anggrek milik ibunya. Dia juga pernah kasih gue kaset salah satu diva Indonesia. Bertahan cuma setahun, kami bubar karena nggak ada lagi rasa percaya setelah kami kuliah di universitas yang berbeda. Niatnya sih kuliah bareng, makanya ujian masuknya bareng. Tapi dia nggak lulus Ujian Masuk.
Dia udah lulus S-1 Akuntansi dari salah satu universitas negeri di Surabaya, yang kemudian dilanjutin S-2 di bidang logistik dari salah satu universitas negeri di Australia, udah lulus juga. Sekarang dia sibuk mengawasi dealer motornya di Surabaya aja. Udah tunangan dengan temen SMP gue, dan kabarnya mau menikah tapi entah kapan, soalnya baru aja adiknya menikah.

Ex #4
Anak ini temen seperjuangan waktu ospek. Beda jurusan sih, tapi masih satu fakultas. Hubungan ini menurut gue hubungan ala kadarnya yang nggak jelas tujuannya. Bertahan selama sebulan setengah, kami bubar setelah menurut gue nggak ada lagi yang bisa dilakukan dengan hubungan ini.
Saat ini dia udah lulus S-1 Teknik Mesin dari sebuah institut negeri di Surabaya, dan balik ke Jakarta. Setelah sama gue, dia menjalin hubungan dengan temen gue seangkatan sejurusan, sampai saat ini.
Lagu kenangan gue bareng dia: If (Bread)
Ex #5
Berawal dari keseringan chatting selama kurang lebih setahun setengah, gue jadi sering ketemu dia. Dan akhirnya menganggap dia kakak gue sendiri. Entah kenapa ya, kok gue jadi kebawa suasana dan oke aja ketika dia nembak gue. Bertahan cuma sebulan, karena ternyata gue nggak bisa mengubah perasaan dari kakak ke pasangan.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya, dan balik ke Jember. Saat ini gue nggak tahu gimana kabarnya.
Lagu kenangan gue bareng dia: You’re All I Need (White Lion), Till Death Do Us Part (White Lion)

Ex #6
Yang ini, temen seangkatannya Ex #5, tapi nggak deket. Gue sendiri nggak tahu kenapa anak ini tiba-tiba aja ngejar gue. Yang jelas, karena gue bukan tipe orang yang biasa tanpa pasangan, gue terima aja tanpa dasar yang jelas. Anak ini fanatik banget, tapi agak nggak realistis. Bertahan selama empat bulan aja, gue dan dia bubar karena makin hari gue merasa dia makin aneh aja.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya. Gue nggak tau kabarnya anak ini, padahal dia ada di friendlist friendster gue loh. Yang jelas, dia di Jember juga.

Ex #7
Cape ngurusin yang tua-tua, gue mulai jenuh dan memilih untuk sendiri aja. Tapi ini nggak berlangsung lama. Karena keterbatasan gue di salah satu mata kuliah, gue minta tolong anak ini untuk ajarin gue. Lama kelamaan gue jadi lebih deket sama dia. Sering main sama saudara-saudara dan mamanya, dan mulai mengerti masalah-masalah yang ada di rumahnya. Makin lama, gue jadi nggak nyaman dan sungkan sendiri dengan keadaan ini. Gue berusaha mencari-cari alasan untuk bisa lepas perlahan-lahan dari anak ini.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya. Gue nggak tau kabarnya anak ini.

Ex #8
Beruntung, gue denger gosip di kampus kalau ada anak yang suka gue diam-diam. Gue jadi berusaha cari tau tentang anak ini, apa dia qualified enough untuk bisa dijadikan “sandaran”. Setelah gue sedikit banyak mendalami dia, sedikit mengerti perspektif dia terhadap hidup, gue mulai membuka diri ke dia. Sedikit jahat, karena dia gue jadikan alasan supaya gue bisa lepas dari Ex #7.
Luar biasa, karena setelah jadi dengan anak ini, gue jadi tahu seberapa besar dia pengen jadiin gue bagian dari hidupnya. Main gitarnya oke banget. Dia sering nyanyiin gue lagu-lagu keren. Salah satu yang gue inget, setiap kali gue dan dia bertengkar, dia nyanyiin lagu Semoga-nya KLa Project dengan sepenuh hati. Bikin gue jadi nggak tega untuk marah lebih lama lagi.
Pengalaman yang nggak mungkin gue lupa, rame-rame bareng temen-temen kita pergi ke Bali naik mobil, nyetirnya gantian. Pakai dua mobil. Navigatornya, ibu gue dan tante gue. Sayang, dia ngelakuin satu kesalahan yang membuat keluarga gue nggak lagi bolehin gue untuk lebih lama berhubungan sama dia. Keluarga gue berbalik jadi nggak percaya lagi sama dia. Dan kami harus bubar. Hubungan ini bertahan selama sembilan bulan. Gue merasa kehilangan “sesuatu” dari dia. Bukan, gue bukan menyesal bubar dengannya, dan gue ngga kehilangan dia sama sekali.
Gue sama sekalo lose contact sama anak ini. Gue nggak tau sama sekali keberadaan dia.
Lagu kenangan gue bareng dia: Semoga (KLa Project)

Cewe-Cewe Korban Penipuan

December 7, 2006

Ini kisah aku dengan mantan-mantanku. Aku tulis disini buat kenangan masa laluku sebelum aku jalanin masa depan hidupku bersama cewekku yang ke-6 alias yang terakhir. Ngga bisa dipungkiri, sebelum menikah, kami berdua sama-sama memiliki pengalaman manis dan pahit dimasa lalu selama berpacaran. Kisah dibawah ini adalah seluruh kisahku bersama mantan-mantanku.

Cewek #1
Pertama kali pacaran waktu umur 14 tahun. Waktu itu aku duduk di kelas 2 SMP. Pacaran pertama ini aku pedekate-nya bisa dibilang lumayan singkat soalnya sebelumnya aku udah sempet deket sama dia meski statusnya nyomblangin temenku. Nembaknya pake selembar kertas kecil yang aku tulisin kode (sayang aku udah lupa kodenya), jadi dia mesti bisa ngartiin kodenya supaya bisa tau sebenernya aku nembak dia. Ternyata kodeku lumayan pasaran juga karna ternyata dia juga ga butuh waktu lama buat mecahinnya. Alhasil karena ternyata dia juga udah suka aku dari kelas 1 SMP makanya begitu tau isi kodeku dia langsung nerima. Pacaran pertama ini bertahan sampe aku lulus SMP bahkan hingga awal-awal sekolah SMU. Waktu pacaran dulu siy sempet dimarahin wali kelas gara-gara nyokapnya dia lapor ke wali kelas kalo rapor anaknya jadi jeblok gara-gara pacaran ma aku (ya..iyalah…kalo rapornya jadi naek berarti aku bukan pacaran dunk, tapi nge-les privat dia, tul ngga..??). Aku putus sama dia bukan karna apa-apa tapi dikarenakan emang dasarnya kita berdua beda agama. Tahun 2005 kemaren dia udah nikah dan aku sempet dateng ke resepsinya. Lagu kenangan dan lagu yang punya arti selama jalan sama nih cewek adalah Semoga-nya Kla Poject, After Tonightnya REO Speedwagon.

Cewek #2
Lupa pastinya kapan aku jadian sama cewekku yang ke#2 ini. Kalo ngga salah siy waktu SMP juga, cuman pastinya rada-rada inget, kalo ngga sebelum sama yang pertama, berarti ditengah-tengah antara yang pertama dan ketiga (soalnya aku sama yang pertama sempet putus beberapa saat). Dia temen lesku di IPIEMS dan aku jadiannya sama dia pun ngga pake Pedekate lama-lama coz dia pernah bilang di telpon yang mengisyaratkan kalo dia tuh suka sama aku. Kami berdua pacaran cuman hitungan bulan karena ternyata aku ngga bener-bener sayang ma dia. Lagian anaknya rada ngga nyambung ma aku dan sikapnya terlalu berlebihan (secara anak SMP pacarannya masih rada serius). Lupa pastinya kapan tapi yang jelas waktu aku SMU siy denger-denger dia udah nikah, cuman aku ngga tau sama siapa karna abis putus kita berdua langsung ngga kontakan lagi.

Cewek #3
Jadian kelas 2 SMU. Awalnya waktu kelas 1 SMU siy aku ngga pernah tau niy anak. Taunya waktu kelas 2 tiba-tiba di kelas ada satu anak yang menurutku lumayan buat dijadiin cewekku. Berhari-hari nyari cara buat kenalan ma dia cuman sayang otakku sama sekali ngga bisa diajak kompromi buat ngelahirin ide segar. Sampe akhirnya waktu kelas kosong ngga ada gurunya, aku sama beberapa temen cowok ngadain taruhan 20ribuan tentang siapa yang berani megang pipinya tuh anak. Secara ternyata semuanya ngga ada yang berani, akhirnya naluri kelelakianku muncul. Aku segera berdiri dan nuju mejanya yang ada di pojok depan sebelah kiri deket pintu keluar kelas. Pertama aku manggil namanya lalu waktu dia noleh lalu abilang sorry sambil megang pipinya tuh anak. Ternyata waktu aku megang pipinya, anak-anak satu kelas pada ngeliatin semua (masih kebayang betapa tengsinnya aku waktu sadar jadi pusat tontonan) dan teriak huuuuuuuuuuuuuuuuu semua. Udah malu, duit taruhannya ga keluar pula (pyuhhhhh…..). Untungnya disaat yang kepepet seperti itu tiba-tiba otakku justru nemuin cara. Gara-gara anak-anak sibuk nyorakin aku, justru aku manfaatin buat ngajakin dia turun ke kantin dengan alasan malu sama anak-anak. Ternyata dia mau. Akhirnya kami berdua turun. Jalan nuju kantin aku sengaja ngajak dia untuk lewat lapangan basket dan alhamdulillahnya justru anak-anak pada keluar kelas dan teriak lebih rame lagi. Bener-bener hari yang indah dan menantang buat pedekate. Selanjutnya tiap hari aku pedekate ma dia, antar-jemput sekolah. Sekitar satu bulan kemudian kami berdua jadian. Waktu itu aku nembaknya di Delta sambil nonton. Kami berdua putus setelah lulus SMU, gara-gara dia bilang ke aku kalo dia udah ga sayang lagi dan pengen jadian sama cowok laen yang lebih tua. Waktu putus kami berdua tetep kontakan baek sampe akhirnya aku ngerasa ngga enak sama cowoknya yang baru (coz cowoknya jealous ngeliat aku kerumahnya dia. NB: cowoknya adalah tetangga sebelah rumahnya). Selang hampir satu tahun dari putus, kami berdua sempet jadian lagi tapi karna satu dan laen hal yang ngga bisa aku tulisin, terpaksa aku mutusin dia. Waktu putus itu sebenernya aku masih sayang ma dia cuman karna kondisi mengharuskan seperti itu akhirnya aku berusaha nyari cewek laen buat alasan supaya aku terlihat buruk. Semoga dia ngga baca tulisan ini karna mungkin dia sangat kecewa dan sedih begitu aku harus ninggalin dia (karna itu yang dia omongin waktu terakhir ketemu). Saat ini dia udah berkeluarga sekian tahun dan kami udah ngga pernah kontakan lagi. Lagu berarti + lagu kenanganku ma nih cewek: Terlalu manis (SLANK), Song for you (Air), I Don’t wanna miss a thing (Aerosmith), Demi Cintaku (Dian Pramana Poetra). Kenangan yang paling berarti sama dia adalah kami pacaran 21 bulan dan nonton bioskop juga sebanyak 21 kali.

Cewek #4
Jadian cuman 6 bulan. Hari ini kenal, sebatas tuker-tukeran nomor HP, besoknya aku nembak dia, dan besoknya lagi aku langsung ditolak. Ngga patah semangat aku tetep berusaha keep contact ma nih cewek. Selang satu minggu (tanpa pernah ketemu lagi) aku nembak lagi. Alhamdulillah hasilnya tetep ngga jauh beda. Terinspirasi sinetron cerita cinta dimana waktu itu bapaknya teuku firmansyah sempet bilang bahwa wanita itu nggak akan nolak saat kita nyatain perasaan untuk kali ketiga dikarenakan udah pasti ngga enak lagi buat nolak. Berusaha buktiin itu, aku tetap keep contact ma dia selama dua minggu. Selama dua minggu ini pedekateku udah ngga hanya telpon ma SMSan aja, tapi juga dicampur ketemuan. Setelah dua minggu, temenku sekaligus seniorku di kampus yang aku tugasin jadi tempat curhatnya niy anak bilang ke aku kalo aku udah bisa nembak dia karna dia udah jadi seneng ma aku. Akhirnya aku nembak untuk kali ketiga dan diterima. Kita jadian selama 6 bulan. Lagu yang paling meaning selama pacaran sama niy anak adalah Heaven Knows-nya Rick Price sama If-nya Bread (meaning karna setiap ngapel dia suka mainin dua lagu itu). Kami berdua putus karna rasanya cara berpikir kita berdua masih terlalu jauh (pola pikir anak kuliahan sama anak baru naek kelas 2 SMU ternyata lumayan banyak rentangnya). Saat ini dia masih kuliah di Fakultas Hukum PTN di Surabaya (sekampus niy ma aku…).

Cewek #5
Cewekku yang ke 5 ini bener-bener ngga disangka jadiannya. Niat awal tahun baruan di Bandung untuk ngejar temen Pelayaran Kebangsaan 2, eh taunya justru jadian sama dia. Maklum cewek yang aku kejar sebelumnya adalah kakaknya. Ceritanya tuh aku diajakin kakaknya buat tahun baruan bareng di Bandung bareng-bareng sama temen-temen ceweknya 2 orang dan dijanjian untuk dikenalin ma adiknya. Nyaris aja ngga tahun baruan di Bandung coz temenku kuliah (cowok) yang aku ajakin buat ke Bandung mendadak ngebatalin ikut ke Bandung H-1. Kalo ngga dipaksain sama kakaknya, mungkin aku ngga akan pernah kenal sama nih cewek dan nggak akan pernah pacaran ma dia. Aku di Bandung cuman 3 hari tapi bisa dibilang 3 hari yang lumayan efektif, karna meski dari 3 hari tersebut aku sempet 2 hari marahan sama nih cewek, buntutnya toh jadian juga. Cewek ke#5 ini adalah satu-satunya cewek yang aku pacarannya long distance, dia tinggal dan kuliah di Jakarta, aku tinggal dan kuliah di Surabaya. Kami jadian ketika dia lagi perjalanan balik ke Jakarta dan aku lagi di kereta dalam perjalanan balik ke Surabaya. Jadiannya lewat SMS ngga lama setelah baekan (lewat SMS pula). Pacaran 2 tahun setengah dan putus karna hal yang relatif sepele (secara dia udah sempet mengiyakan ajakanku untuk tunangan pada beberapa bulan sebelumnya). Kami berdua putus ngga lama setelah dia ultah gara-gara SMS yang salah tanda baca dan salah maksud ngebacanya. Meski berat pisah dari dia aku toh tetep ngga berusaha minta balik lagi coz sebenernya hubungan kita berdua berat untuk diterusin. Isi Website anggrekbiru.blogspot.com atopun anggrekbiru.com yang sedih-sedih itu adalah ungkapan semua perasaanku waktu dah pisah dari dia. Satu hal yang bisa menguatkan hati waktu awal-awal putus adalah karna dia sempet ngomong bahwa kalo jodoh kita berdua pasti bersatu lagi sebab jodoh itu ada ditangan Allah SWT. Sekarang dia udah kerja di Kalimantan, di Kaltim Prima Coal. Lagu yang berarti waktu jalan ma nih anak: Ketika kau menyapa (Marcell), Andai Ia Tahu (OST Andai Ia Tahu), Bila Saja (Audy).