Cowo-Cowo Tukang Gombal
December 7, 2006
Ex #1
Awalnya ini semua cuma keisengan, hasil taruhan semata. Hubungan yang penuh kepura-puraan. Dia anak band. Someday dia pernah nyanyiin You’re All I Need-nya White Lion. Tapi semua jadi sekedar omongan ketika ada anak pindahan dari Jakarta yang dimasukin di kelasnya. Kerennya, tuh anak langsung dijadiin vokalis di bandnya, dan dia bersedia nganter kemana pun anak baru a.k.a vokalis itu mau pergi. Bertahan cuma sebulan, akhirnya gue tanya ke dia sebenernya dia sayang gue atau nggak. Setelah saling jujur, ternyata waktu itu dia juga lagi taruhan sama temennya. Akhirnya kita sepakat bubar bae-bae. Anak inilah yang membentuk pemikiran dasar gue mengenai poligami. Gue mulai belajar menerima bahwa semua orang berhak berbagi kebahagiaan dengan kita.
Sebenernya dia temennya temen gue, dan ada di friendlist friendster gue. Tapi herannya, sampai sekarang gue nggak tahu dimana dan apa kabar anak ini.
Lagu kenangan gue bareng dia: You’re All I Need (White Lion), Stand By Me (Oasis), Kuingin (Gigi)
Ex #2
Gue nggak tau kenapa anak ini getol banget ngejar-ngejar gue. Dasarnya gue nggak perhatian, gue nggak tau kalau sebenernya dia pernah sekelas les Inggris. Gue taunya setelah gue dan dia nggak lagi sekelas. Dia nembak gue, setelah bikin gue malu setengah mati. Jadi pas gue lagi ada kelas les Inggris, tiba-tiba ada mbak school assistant ngetuk pintu kelas dan bilang ke guru gue kalau ada surprise buat gue dari someone. Sebuket bunga dan satu kaset yang isinya lagu cinta. Lagunya bagus-bagus dan keren. Sayang kasetnya hilang. Sekarang gue merasa kehilangan kaset itu bukan karena kaset itu pemberian dia. Tapi lebih karena lagunya enak-enak. Itu aja. Bertahan selama setahun sebulan, akhirnya gue dan dia bubar karena dia terlalu posesif.
Sekarang ini dia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang financial investment di Surabaya.
Lagu kenangan gue bareng dia banyak banget, gue udah lupa. Beberapa yang gue inget: I Want To Spend My Lifetime Loving You (Marc Anthony & Tina Arena), I Don’t Want To Miss A Thing (Aerosmith), Angel (Sarah McLachlan), Show Me The Way Back To Your Heart (Brian McNight)
Ex #3
Akhirnya gue jadi juga dengan anak ini setelah dua tahun menunggu, padahal udah saling suka. Tahun pertama belum bisa jadi karena dia masih punya pasangan. Tahun kedua juga belum bisa jadi karena saat itu gue yang punya pasangan. Tahun ketiga baru bisa jadi setelah kita sama-sama sorangan. Kebetulan dari tiga tahun itu, mulai dari kelas satu sampai tiga SMA, gue dan dia sekelas terus. Kita jadi karena dorongan temen-temen kelas tiga yang sekelas yang entah tau dari mana kalau dari dulu gue dan dia sama-sama saling nunggu. Setelah jadi, kami duduk sebangku sampai hari kelulusan. Tiap paginya, dia selalu bawain gue sebuah atau dua buah anggrek milik ibunya. Dia juga pernah kasih gue kaset salah satu diva Indonesia. Bertahan cuma setahun, kami bubar karena nggak ada lagi rasa percaya setelah kami kuliah di universitas yang berbeda. Niatnya sih kuliah bareng, makanya ujian masuknya bareng. Tapi dia nggak lulus Ujian Masuk.
Dia udah lulus S-1 Akuntansi dari salah satu universitas negeri di Surabaya, yang kemudian dilanjutin S-2 di bidang logistik dari salah satu universitas negeri di Australia, udah lulus juga. Sekarang dia sibuk mengawasi dealer motornya di Surabaya aja. Udah tunangan dengan temen SMP gue, dan kabarnya mau menikah tapi entah kapan, soalnya baru aja adiknya menikah.
Ex #4
Anak ini temen seperjuangan waktu ospek. Beda jurusan sih, tapi masih satu fakultas. Hubungan ini menurut gue hubungan ala kadarnya yang nggak jelas tujuannya. Bertahan selama sebulan setengah, kami bubar setelah menurut gue nggak ada lagi yang bisa dilakukan dengan hubungan ini.
Saat ini dia udah lulus S-1 Teknik Mesin dari sebuah institut negeri di Surabaya, dan balik ke Jakarta. Setelah sama gue, dia menjalin hubungan dengan temen gue seangkatan sejurusan, sampai saat ini.
Lagu kenangan gue bareng dia: If (Bread)
Ex #5
Berawal dari keseringan chatting selama kurang lebih setahun setengah, gue jadi sering ketemu dia. Dan akhirnya menganggap dia kakak gue sendiri. Entah kenapa ya, kok gue jadi kebawa suasana dan oke aja ketika dia nembak gue. Bertahan cuma sebulan, karena ternyata gue nggak bisa mengubah perasaan dari kakak ke pasangan.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya, dan balik ke Jember. Saat ini gue nggak tahu gimana kabarnya.
Lagu kenangan gue bareng dia: You’re All I Need (White Lion), Till Death Do Us Part (White Lion)
Ex #6
Yang ini, temen seangkatannya Ex #5, tapi nggak deket. Gue sendiri nggak tahu kenapa anak ini tiba-tiba aja ngejar gue. Yang jelas, karena gue bukan tipe orang yang biasa tanpa pasangan, gue terima aja tanpa dasar yang jelas. Anak ini fanatik banget, tapi agak nggak realistis. Bertahan selama empat bulan aja, gue dan dia bubar karena makin hari gue merasa dia makin aneh aja.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya. Gue nggak tau kabarnya anak ini, padahal dia ada di friendlist friendster gue loh. Yang jelas, dia di Jember juga.
Ex #7
Cape ngurusin yang tua-tua, gue mulai jenuh dan memilih untuk sendiri aja. Tapi ini nggak berlangsung lama. Karena keterbatasan gue di salah satu mata kuliah, gue minta tolong anak ini untuk ajarin gue. Lama kelamaan gue jadi lebih deket sama dia. Sering main sama saudara-saudara dan mamanya, dan mulai mengerti masalah-masalah yang ada di rumahnya. Makin lama, gue jadi nggak nyaman dan sungkan sendiri dengan keadaan ini. Gue berusaha mencari-cari alasan untuk bisa lepas perlahan-lahan dari anak ini.
Dia udah lulus S-1 Teknik Industri dari sebuah institut negeri di Surabaya. Gue nggak tau kabarnya anak ini.
Ex #8
Beruntung, gue denger gosip di kampus kalau ada anak yang suka gue diam-diam. Gue jadi berusaha cari tau tentang anak ini, apa dia qualified enough untuk bisa dijadikan “sandaran”. Setelah gue sedikit banyak mendalami dia, sedikit mengerti perspektif dia terhadap hidup, gue mulai membuka diri ke dia. Sedikit jahat, karena dia gue jadikan alasan supaya gue bisa lepas dari Ex #7.
Luar biasa, karena setelah jadi dengan anak ini, gue jadi tahu seberapa besar dia pengen jadiin gue bagian dari hidupnya. Main gitarnya oke banget. Dia sering nyanyiin gue lagu-lagu keren. Salah satu yang gue inget, setiap kali gue dan dia bertengkar, dia nyanyiin lagu Semoga-nya KLa Project dengan sepenuh hati. Bikin gue jadi nggak tega untuk marah lebih lama lagi.
Pengalaman yang nggak mungkin gue lupa, rame-rame bareng temen-temen kita pergi ke Bali naik mobil, nyetirnya gantian. Pakai dua mobil. Navigatornya, ibu gue dan tante gue. Sayang, dia ngelakuin satu kesalahan yang membuat keluarga gue nggak lagi bolehin gue untuk lebih lama berhubungan sama dia. Keluarga gue berbalik jadi nggak percaya lagi sama dia. Dan kami harus bubar. Hubungan ini bertahan selama sembilan bulan. Gue merasa kehilangan “sesuatu” dari dia. Bukan, gue bukan menyesal bubar dengannya, dan gue ngga kehilangan dia sama sekali.
Gue sama sekalo lose contact sama anak ini. Gue nggak tau sama sekali keberadaan dia.
Lagu kenangan gue bareng dia: Semoga (KLa Project)